Selasa, 29 Maret 2016

Obat telat bulan kehamilan aman


 Obat telat bulan sangat berperan memberikan dampak positif penghentian kehamilan akibat kondisi medis. Tapi penggunaannya harus atas resep dokter. Coba Anda bayangkan, saat baru merasakan kehamilan, ternyata dokter menvonis Anda harus melakukan tindakan aborsi medis, akibat kondisi Anda atau janin yang tidak sehat. Tentunya bak makan buah simalakama memutuskan melanjutkan kehamilan atau tidak. Namun selama Anda yakin dengan anjuran dokter yang tentunya akan memberikan penanganan dan obat telat bulan yang tepat, maka sudah seharusnya Anda mengikuti saran dokter, apalagi jika kehamilan memang benar-benar tak bisa dipertahankan. Mau tahu alasan kehamilan medis yang harus berakhir aborsi?

Baca Juga Tips Mengkonsumsi Obat Telat Bulan


Penyebab Hamil Beresiko Dan Peran Obat Telat Bulan Menuntaskannya

Beberapa penyebab hamil beresiko yang rentan digugurkan adalah karena kondisi organ vital calon ibu yang tidak baik, kondisi janin yang lemah, serta adanya penyakit kronis yang berpotensi menular pada janin.

    Organ vital calon Ibu

Pada beberapa kasus aborsi yang dilakukan atas saran dokter terjadi karena calon ibu memiliki riwayat sakit pada organ vital yang akan membahayakan dirinya jika melanjutkan kehamilan. Seperti kondisi jantung yang lemah, kondisi hati, limfa, atau paru-paru yang tak akan mampu mendukung proses kehamilan. Sehingga ketika memaksakan janin tetap hdiup akan berakhir dengan kehilangan nyawa calon ibu dan janin.

    Kondisi Janin

Kondisi janin yang lemah, tidak lengkap atau berpotensi cacat jika dilahirkan juka jadi alasan kuat dokter menyarankan aborsi dengan memberikan terapi obat telat bulan dan penanganan serius. Biasanya hal ini bisa dideteksi pada trimester pertama kehamilan, yang dikenali lewat detak jantung janin yang lemah, kondisi pertumbuhan yang lambat, serta tidak berkembangnya janin walaupun sudah memasuki usia kehamilan trimester kedua dan ketiga.

    Penyakit Kronis

Beberapa penyakit kronis calon ibu yang berpotensi menular pada janin jika sampai dilahirkan, juga terkadang membuat wanita memilih untuk mengakhiri kehamilan ketimbang merasa berdosa seumur hidup karena anaknya terjangkit penyakit berbahaya akibat dirinya. Seperti virus HIV, virus TBC dan lain-lain.

Akan menjadi keputusan yang sulit ketika wanita dan pasangannya dihadapkan pada pilihan mengakhiri kehamilan dengan cara aborsi dengan bantuan obat telat bulan. Karena tentunya setiap pasangan menginginkan buah hati setelah pernikahan. Tapi ketika hal itu menyangkut nyawa, maka keputusan harus diambil untuk menghindari kondisi yang lebih menyakitkan di masa yang akan datang. Apakah Anda setuju?